Informasi Dunia Wanita, Anak-anak, Kesehatan dan Pernikahan

Tuesday, September 12, 2017

Penyebab Bayi Gumoh atau Muntah Saat diberi ASI

Penyebab Bayi Gumoh atau Muntah Saat diberi ASI Bagi orang tua melihat dan mendapatkan bayi mereka gumoh adalah hal yang sudah biasa terutama setelah diberi ASI, karena memang gumoh pada bayi memang hal yang kerap terjadi dan bahkan hampir semua bayi pernah mengalami gumoh setidaknya satu kali dalam sehari. Gumoh tidak sama dengan muntah, walaupun sama-sama berupa pengeluaran isi lambung hanya saja gumoh bersifat pasif dan spontan seperti air mengalir seperti hanya melidah. Sedangkan muntah lebih cenderung memiliki jumlah yang banyak dan dengan kekuatan dan kontraksi lambung.

Bayi terkadang muntah atau gumoh saat di berikan ASI maka dari itukita perlu tahu penyebabnya perlu

Seperti halnya yang di bahas oleh healtdetik.com mengenai bayi yang sering muntah setelah menyusui. Muntah dan gumoh memang hal yang sudah biasa di alami oleh bayi dan terkesan sebagai hal yang normal selama tidak menjadi indikasi dan gangguan serius. Gumoh biasanya sering dialami oleh bayi berumur 4 bulan ke bawah dengan durasi keseringan mencapai hampir 70%. Dan semakin menurun seiring bertambahnya usia hingga mencapai 12 bulan. Bagi ibu sebaiknya jangan terlalu khawatir jika mendapati bayi anda kerap muntah / gumoh, karena itu adalah hal biasa yang dialami seluruh bayi. Ada beberapa penyebab yang mendasari mengapa bayi kerap mengalami gumoh.

Penyebab bayi muntah / Gumoh

Dan hal itu memang kebanyakan di alami oleh bayi hampir secara menyeluruh terutama setelah diberi ASI. Selama gumoh tidak menimbulkan gejala apa pun, maka itu tidak akan membahayakan pada bayi anda. Namun yang harus diketahui, gumoh terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal dan berikut penyebab bayi gumoh setelah diberi ASI.

1. Terlalu Kenyang

Kondisi lambung yang penuh adalah faktor penyebab utama bayi gumoh setelah diberi ASI, Lambung bayi masih berkuran kecil dan hanya dapat menampung sedikit ASI di dalamnya, jadi ketika anda memberikan ASI dalam kadar dan kapasitas melebihi lambung bayi maka secara otomatis bayi akan gumor dan mengeluarkan ASI tersebut. Untuk mengatasi, sebaiknya berikan ASI kepada bayi dalam jumlah yang sedikit namun dalam durasi yang sering.

2. Posisi Menyusui

Selain karena terlalu kenyang, penyebab bayi gumor saat diberi ASI adalah akibat kesalahan posisi saat memberikan ASI pada bayi. Pada saat ibu menyusui dalam posisi miring dan otomatis bayi akan menyusu dalam kondisi terlentang, dan hal itu membuat cairan ASI tidak masuk ke dalam pencernaan namun  hanya sampai pada saluran pernapasan dan mengakibatkan bayi anda gumoh. Jadi sebaiknya posisikan bayi anda saat menyusui dengan posisi duduk atau sedikit berbaring, hal itu bertujuan agar ASI yang diminumnya bisa perlahan masuk ke dalam pencernaan atau lambung bayi

3. Pencernaan Belum Sempurna

Secara umum, pencernaan manusia terbagi menjadi dua bagian, pertama pencernaan bagian atas dan pencernaan bagian bawah. Jadi ketika bayi menyusu maka pertama ASI akan masuk ke pencernaan atas dan kemudian akan terus mengalir ke pencernaan bawah. Diantara kedua pencernaan itu terdapat klep atau katup yang akan terbuka ketika makanan masuk dan akan menutup secara otomatis ketika makanan sudah berada di pencernaan bawah. Sedangkan pada bayi, penutup atau klep pemisah kedua pencernaan ini masih belum dapat berfungsi secara normal, sehingga cairan yang sudah berada pada saluran pencernaan bagian bawah bisa kembali naik dan membuat bayi gumoh.

Baca juga : Penyebab bayi sering gelisah

4. Terlalu Aktif

Pada saat bayi dalam kondisi aktif maka secara otomatis akan terjadi penekanan pada lambung dan membuat isi cairan di dalamnya akan kembali keluar. Dan biasanya ini terjadi ketika bayi menggeliat atau pada saat sedang menangis terlalu kencang. Posisi lambung yang tertekan oleh tekanan akibat tangis tersebut membuat isi di dalamnya akan naik dan kembali ke mulut.
Gumoh pada bayi memang tidak dapat dihindari, namun durasi gumoh pada bayi masih tetap bisa kita minimalisir. Misalnya jika bayi anda mengalami gumoh lebih dari 10 kali dalam sehari, maka anda bisa meminimalkan jumlah gumoh tersebut.

Beberapa cara mengurangi muntah atau gumoh pada bayi

  • Jangan memberikan ASi kepada bayi dengan posisi miring atau berbaring. 
Sebaiknya jaga agar posisi bayi tetap tegak selama lebih kurang 30 menit setelah anda memberikan ASI. Hal itu bertujuan agar cairan ASI yang baru saja dikonsumsi bisa secara menyeluruh masuk ke dalam lambungnya.
  • Pada saat setelah menyusui, sebaiknya hindari meletakan bayi dalam kursi bayi. 
Hal itu karena dengan duduk di kursi tersebut akan membuat perut bayi mengalami tekanan dan dapat memicu gumoh.
  • Sendawakan bayi setelah anda memberikannya ASI.
Setidaknya 1 atau dua kali sendawa setelah menyusui agar menghindarkan cairan ASI dapat naik dan kembali keluar. Jika bayi menyusui menggunakan dot.Sebaiknya periksa dot bayi apakah memiliki lubang yang terlalu kecil atau besar. Jika lubang dot terlalu kecil maka itu dapat meningkatkan udara yang masuk ke dalam lambung bayi dan dapat mengakibatkan perut kembung, sedangkan jika lubang terlalu besar akan membuat cairan susu di dalamnya lebih cepat mengalir dan dapat mengakibatkan gumoh.
  • Sebaiknya jangan mengangkat bayi ketika sedang dalam keadaan gumoh.
Hal itu dapat menyebabkan cairan gumoh tersebut masuk ke dalam saluran pernapasan dan membahayakan pernapasan bayi. jadi sebaiknya tetap biarkan gumor bayi keluar hingga habis dan usahakan posisikan bayi dalam kedaan miring atau tengkurap hingga gumoh benar-benar habis.
Demikialah sedikit ulasan penyebab bayi gumoh dan juga cara menghindari agar bayi tidak gumoh saat menyusui.

Baca Info seputar Ibu dan kesehatan lainnya



Penyebab Bayi Gumoh atau Muntah Saat diberi ASI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: pahlawan yt

0 komentar:

Post a Comment

Jangan berkomentar menggunakan link aktif, spam jika komentar ingin diterbitkan